Sering Diejek hingga Jadi Presiden, Prabowo Beri Tips Hadapi ‘Bullying’ ke Siswa Sekolah Rakyat
OneClick.co.id, Tabanan – Presiden Prabowo Subianto membagikan pengalaman pribadinya yang mengejutkan di hadapan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Di depan anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut, Kepala Negara blak-blakan mengaku masih sering menjadi sasaran ejekan “Bullying” hingga saat ini.
Curhat colongan ini disampaikan Prabowo bukan untuk mengeluh, melainkan sebagai bahan bakar motivasi bagi para siswa agar tidak gampang ciut dan menyerah saat menghadapi perundungan (bullying) di lingkungan mereka.
“Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa, yang penting hatimu teguh, hati kita baik,” ujar Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto membagikan pengalaman pribadinya yang kerap menerima ejekan di masa lalu hingga akhirnya berhasil menduduki kursi kepresidenan. Saat bertemu dengan siswa Sekolah Rakyat, Prabowo memberikan motivasi dan tips menghadapi perundungan (bullying). Ia menekankan pentingnya menjaga mental yang kuat, tidak membalas keburukan dengan keburukan, serta fokus pada pembuktian diri lewat karya dan prestasi demi masa depan.
Senjata Hadapi Bullying dari ‘Haters’: Balas Pakai Sopan Santun

Bukannya meminta para siswa membalas ejekan dengan urat atau kekerasan, Mantan Danjen Kopassus ini justru memberikan resep yang tidak biasa untuk menghadapi para pencela bullying.
Perjalanan hidup Presiden Prabowo Subianto ternyata tidak selalu mulus. Di balik ketegasannya saat ini, siapa sangka orang nomor satu di Indonesia tersebut mengaku sering menjadi sasaran ejekan di masa mudanya.
Prabowo menekankan pentingnya memiliki mentalitas baja yang dibalut dengan etika tinggi:
- Balas dengan Etika: Jika mendapat hinaan, respons terbaik adalah dengan mengedepankan kesopanan yang tinggi.
- Makin Dihina, Makin Kuat: Menjadikan ejekan orang lain sebagai pembentuk karakter yang berani dan teguh.
- Fokus pada Kebaikan Hati: Tidak membiarkan energi negatif merusak fokus dan kedisiplinan diri dalam belajar.
“Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan,” tegasnya di hadapan para siswa dan guru.
Pengalaman pahit itu dibagikan langsung oleh Prabowo saat mengunjungi dan berdialog dengan para siswa Sekolah Rakyat baru-baru ini. Tak sekadar bernostalgia, Presiden memberikan tips berharga dan motivasi kuat tentang bagaimana cara menyikapi serta menghadapi tindakan perundungan (bullying) agar tidak merusak masa depan.
Kisah Masa Lalu Prabowo: Dari Korban Ejekan Menuju Kursi Presiden
Di hadapan ratusan siswa yang hadir, Presiden Prabowo menceritakan bahwa ejekan dan cibiran bukanlah hal baru baginya. Sejak usia sekolah hingga terjun ke dunia politik, ia kerap menerima berbagai pandangan miring dan kalimat yang merendahkan.
“Dulu saya juga sering diejek, sering dihina. Tapi kalau kita masukkan itu ke dalam hati, kita kalah,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan para siswa.
Prabowo menekankan bahwa posisi yang diraihnya saat ini sebagai Presiden Republik Indonesia adalah bukti nyata bahwa ejekan orang lain sama sekali tidak menentukan takdir seseorang. Kegigihan, kerja keras, dan mental baja-lah yang menentukan hasil akhir.
3 Tips Menghapi Bullying ala Presiden Prabowo Subianto
Untuk membekali para siswa/i Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali agar tidak jatuh mental saat menghadapi bullying, Prabowo membagikan beberapa tips praktis berikut:
1. Jangan Masukkan ke Dalam Hati (Jaga Mental Tetap Kuat)
Ejekan hanya akan menyakiti jika kita mengizinkannya masuk ke dalam pikiran. Prabowo meminta para siswa untuk membangun “perisai mental”. Anggap angin lalu kata-kata negatif yang tidak membangun, dan fokuslah pada hal-hal positif yang ada di dalam diri sendiri.
2. Jangan Balas Keburukan dengan Keburukan
Prabowo mengingatkan pentingnya menahan diri dan tidak terjebak dalam lingkaran dendam. Membalas ejekan dengan kekerasan atau makian hanya akan menurunkan kelas diri kita sendiri. Cara terbaik menghadapi pembenci (haters) adalah dengan tidak menjadi seperti mereka.
3. Jadikan Ejekan sebagai Bahan Bakar untuk Sukses
“Balas dendam terbaik adalah kesuksesan.” Prinsip ini yang tampaknya dipegang teguh oleh Prabowo. Ia berpesan agar setiap cibiran dijadikan motivasi atau bahan bakar untuk belajar lebih giat, bekerja lebih keras, dan membuktikan lewat prestasi bahwa perkataan para pengejek itu salah besar.
Pesan Menyentuh untuk Siswa Sekolah Rakyat
Di akhir arahannya, Presiden memberikan pesan yang sangat menyentuh hati para siswa dan guru yang hadir. Ia meminta anak-anak Sekolah Rakyat tidak perlu merasa minder dengan keterbatasan yang dimiliki saat ini.
“Anak-anakku, tidak perlu minder dari mana asalmu. Gantungkan citamu setinggi langit. Belajar yang rajin, patuhi orang tua dan gurumu. Buktikan kalau kalian bisa jadi pemimpin bangsa di masa depan,” pungkas Prabowo.
Pertemuan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Kisah nyata sang Presiden diharapkan menjadi inspirasi baru bagi generasi muda Indonesia untuk tetap tegar, stop bullying, dan fokus menggapai prestasi.
Kemiskinan Bukan Benteng Penghalang
Dalam kunjungan kerjanya memantau Program Sekolah Rakyat di Bali tersebut, Prabowo juga mengingatkan bahwa latar belakang ekonomi yang sulit bukanlah alasan untuk gagal di masa depan.
Menurutnya, sejarah mencatat banyak tokoh sukses di Indonesia yang lahir dari keluarga miskin. Kuncinya bukan pada isi dompet orang tua, melainkan pada ketangguhan mental anak tersebut.
“Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin, banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah, tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira,” tutur Prabowo memberi semangat. Di akhir arahannya, ia berpesan agar para pelajar selalu menjaga disiplin, menghormati guru, dan menjauhi perilaku saling membenci. (UE)
Informasi aktual, analisis faktual. Tetap terhubung dengan berita terkini bersama www.OneClick.co.id
